Tuesday, July 21, 2026

TUHAN, PENJAGA HIDUPKU

 Mazmur 121:1-8

1.      Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?

2.      Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

3.      Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.

4.      Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur. Penjaga Israel.

5.      TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.

6.      Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.

7.      TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.

8.      TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

 

Mazmur 121 termasuk dalam kumpulan "Nyanyian Ziarah" (Mazmur 120–134). Mazmur-mazmur ini dinyanyikan oleh umat Israel ketika mereka melakukan perjalanan menuju Yerusalem untuk merayakan hari-hari raya besar, seperti Paskah, Pentakosta, dan Hari Raya Pondok Daun.

Perjalanan menuju Yerusalem memang selalu menanjak, karena kota itu berada di daerah pegunungan. Dalam perjalanan itu mereka menghadapi banyak bahaya, seperti:

Perampok di jalan yang sepi.

Binatang buas.

Terik matahari pada siang hari.

Udara dingin pada malam hari.

Medan yang terjal dan melelahkan.

 

Dalam Mazmur ini, Pemazmur mengungkapkan penjagaan Tuhan atas perjalanan mereka yang begitu sulit:

 

Ayat 1, Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung: Ini bisa menjadi dua arti: pertama, berkaitan dengan bahaya yang akan mereka hadapi. Melihat gunung, berarti melihat tumpukan bahaya yang terpampang di depan mata, dan arti kedua adalah dalam perjalanan orang-orang Israel telah melihat bagaimana bangsa-bangsa yang mereka lewati menyembah kepada berhala termasuk gunung-gunung. Ini adalah pertolongan yang kelihatannya nyata terlihat.

Kedua hal ini menimbulkan pergumulan dalam diri Pemazmur. Dalam menghadapi bahaya-bahaya perjalanan, sebetulnya kepada siapa mereka harus memohonkan pertolongan?

Apakah dari berhala-berhala itu atau kah dari mana? Pertanyaan ini menggambarkan adanya suatu pergumulan dari Pemazmur, atau adanya suatu godaan untuk mempertimbangkan untuk mencari pertolongan kepada para berhala seperti bangsa-bangsa lain.

 

Ayat 2. Namun, akhirnya Pemazmur mengambil kesimpulan dan keputusan yang pasti dengan mendeklarasikan bahwa Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

Pertolongan umat Tuhan bukan datang dari gunung-gunung mau pun dari kedahsyatan alam, tetapi dari Tuhan yang maha besar, yaitu Pencipta langit dan bumi. Dia lah yang terbesar dan tidak ada yang lain. Mengapa?

Ayat 3 & 4 Karena pertolongan Allah Sang Pencipta tidak terbatas. Dia adalah Pencipta. Allah yang Maha tinggi, Dia mengatasi segala keterbatasan dunia. Dia tidak tertidur dan tidak terlelap. PertolonganNya tersedia setiap saat, setiap waktu. Berhala-berhala ada batasnya.

Dalam Mazmur 115 & 135 Berhala bangsa-bangsa adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, juga nafas tidak ada dalam mulut mereka.

Allah Sang Pencipta tidak dapat disamakan atau dibandingkan dengan berhala-berhala tersebut. Karena memang tidak sama. Allah Sang Pencipta adalah Suatu Pribadi, Dia bisa peduli, Dia hidup, sedangkan para allah adalah mati adanya.

 

Ayat 5 & 6 Karena pertolongan Tuhan itu dekat, teruji dan nyata. Apabila mengingat bagaimana Allah ini membebaskan bangsa Israel dari Mesir, melalui tiang awan dan tiang api. Itu adalah kenyataan sejarah. Itu adalah bukti yang nyata akan kebesaran dan ketelitian Tuhan dalam menjaga anak-anakNya. Pemazmur memilih yang pasti-pasti saja.

 

Ayat 7-8 Pemazmur menyimpulkan bahwa Dia akan menjaga dari segala kecelakaan, Dia akan menjaga nyawa dan keluar masuk umat Israel sampai selama-lamanya. Ketika para iblis hendak mencobai Ayub, Allah berpesan untuk menyayangkan nyawanya. Pemazmur memahami bahwa sekali pun mungkin perjalanan mereka akan sulit dan banyak tantangan, namun Allah pelihara nyawa mereka sampai kekekalan. Yoh. 10:28-29 menyatakan bahwa dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.

Mazmur ini salah satu lagu yang dinyanyikan oleh mereka secara rombongan untuk menambah kekuatan mereka untuk berjalan sampai tujuan, yaitu Yerusalem, untuk merayakan hari raya mereka.

Hari ini kita juga menjalani perjalanan iman kita menuju Yerusalem baru. Dalam perjalanan kita menuju ke sana, kita juga menghadapi banyak kesulitan, bahaya dan penderitaan. Bagaimana kita menghadapi permasalahan kita? Dari manakah datang pertolongan kita?

Mungkin seperti Pemazmur kita pernah tergoda untuk menyelesaikan masalah secara duniawi, karena itu terlihat menarik, namun kita selalu mengingat bahwa pertolongan kita adalah dari Allah Pencipta langit dan bumi. Dia yang tidak pernah meninggalkan kita semua.

Dia hidup, kasih setiaNya teruji dan kita aman dalam perlindunganNya sampai selama-lamanya.

Kiranya Tuhan menolong kita semua.

 

No comments: