Thursday, August 6, 2026

TEGUH DI DALAM TUHAN

 


 

Beberapa waktu belakangan dalam pembicaraan saya dengan banyak orang, saya menemukan suatu tren yang sama. Umumnya mereka merasa pesimis, bingung dan tidak tahu ke arah mana harus melangkah. Kondisi ekonomi, keamanan dan hukum yang tidak menunjukkan keadilan yang didambakan, perang, membuat mereka tidak berdaya, takut dan kuatir. Bagaimana seharusnya seorang anak Tuhan menghadapi masa seperti ini?

 

Mazmur 27

1.      Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?

2.      Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.

3.      Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itu pun aku tetap percaya.

4.       Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.

5.      Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.

6.      Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.

7.      Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!

8.      Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.

9.      Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!

10.  Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.

11.  Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.

12.  Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta, dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman.

13.  Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!

14.  Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Mazmur 27:1-14

 

1.      Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?

2.      Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.

3.      Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itu pun aku tetap percaya.

 

Pemazmur memulai Mazmur dengan suatu pernyataan iman dan kesaksian hidup. Dia mengatakan bahwa Tuhan adalah terangku dan keselamatanku. Tuhan adalah benteng hidupku. Tuhan adalah terang, di dalam Dia tidak ada kegelapan, Tuhan adalah keselamatan, di dalam Dia keselamatanku, Di dalam Dia tidak ada kecelakaan, Tuhan adalah benteng hidupku, di dalam Dia ada perlindungan. Pada waktu Daud menyatakan kalimat-kalimat iman ini, ini bukan kalimat kosong. Ini adalah kalimat yang timbul dari iman dan pengalaman dengan Tuhan. Ketika dia menulis bahwa para penjahat menyerang dia untuk memakan dagingnya, hal ini membawa kita mengingat peristiwa Daud melawan Goliat. Goliat hendak membunuh Daud dan memberikan mayatnya untuk dimakan oleh burung-burung dan binatang di padang (I Sam. 17:44), tetapi buktinya sebaliknya Goliatlah yang tumbang.

Dari pengalamannya bersama Tuhan itu, Daud tidak merasa takut sekali pun dia dikepung oleh tentara dan peperangan. Karena Daud percaya, dan kepercayaan Daud bukanlah kepercayaan yang kosong. Kepercayaan Daud juga bukan hanya teori, tapi kepercayaan Daud adalah suatu kepercayaan yang kuat, teguh dan tidak tergoyahkan karena Daud telah berpengalaman bersama dengan Tuhan.

Sekilas kita bisa menggolongkan kepercayaan kepada Tuhan menjadi 3 tingkat:

1.      Kepercayaan yang kosong: orang yang hanya tahu sedikit, tidak bertumbuh pengetahuannya dan tidak berpengalaman dengan Tuhan

2.      Kepercayaan yang teori: orang yang tahu sedikit, bertumbuh pengetahuannya, namun tidak/minim pengalaman bersama Tuhan

3.      Kepercayaan yang teguh: orang yang tahu sedikit, bertumbuh dalam pengetahuan dan memiliki pengalaman bersama Tuhan.

Daud punya kepercayaan yang teguh.

 

Selain iman Daud teguh, Daud memiliki sumber kekuatan yang hebat.

4. Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.

5. Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.

6. Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.

Selain Daud memiliki kepercayaan yang teguh kepada Tuhan, dia juga memiliki sumber kekuatan, yaitu ibadahnya kepada Tuhan. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, itulah yang kuingini, diam di rumah Tuhan seumur hidupku. Di dalam ibadah itulah Daud mengalami pemulihan dari Tuhan. Dia disegarkan dengan menyaksikan kemurahan Tuhan, menikmati baitNya, merasa dilindungi, sehingga dia bisa menegakkan kepalanya dan menghadapi musuhnya.

Ibadah bukan hanya suatu upacara tetapi, di dalamnya mengandung janji yang kekal. Itulah sumber kekuatan Daud.

Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. I Tim 4:8

Apakah ini berarti hidup Daud mulus-mulus saja? Jelas tidak. Daud juga mengalami masa-masa yang sangat sulit dalam hidupnya. Lalu bagaimana Daud menghadapi masa sulit tersebut? Daud mencari Tuhan.

7.          Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!

8.          Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.

9.          Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!

10.        Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.

11.        Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.

12.        Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta, dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman.

13.        Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!

14.        Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Kalau kita baca di sini, kita akan melihat adanya dialog yang terjadi dalam diri Daud. Dialog antara suara diri kemanusiaan Daud dengan suara iman Daud.

Ayat 7-9 memperlihatkan betapa Daud sangat lemah, dia perlu belas kasihan Tuhan, dia hanya bisa mengikuti firman Tuhan untuk mencari wajahNya, namun demikian di saat dia begitu lemah, selalu ada dialog dalam diri sendiri. Percakapan antara kemanusiaannya dan suara iman. Ayat 10, sekali pun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku. Ayat 11. Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.

Ayat 12 dia kembali mengingat orang-orang yang melawannya, maka dia berdoa kepada Tuhan supaya Tuhan tidak menyerahkan dia. 13. Suara iman kembali mengatakan bahwa dia percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang hidup. 14. Nantikanlah Tuhan. Teguhkanlah hatimu. Ya, nantikanlah Tuhan.

Jadi, kekuatan Daud juga terjadi karena Daud selalu berdoa dan berdialog dengan suara iman. Di sinilah bagaimana iman diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan masuk ke dalam kehidupan kita. Mazmur 16:7 Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.

Hati nurani yang telah diterangi oleh Firman Tuhan, akan menjadi Penasihat yang Allah berikan untuk menasihati kita dan membawa kita menemukan jalan keluar – terang, luput dari kecelakaan – keselamatan, dan perlindungan – benteng hidup kita, seperti yang Daud deklarasikan di awal puisinya.

 

Jadi, dari ini semua apa yang bisa kita pelajari untuk teguh berdiri di hadapan Allah?

1.      Miliki kepercayaan yang teguh kepada Tuhan, bukan kepercayaan yang kosong

2.      Dapatkan sumber kekuatan melalui ibadah, bukan dengan kekuatan sendiri

3.      Biarkan suara iman terus berdialog mengajari kita, bukan mengikuti suara kedagingan diri