Friday, August 28, 2026

PERUBAHAN YANG MEMULIAKAN

Kisah Para Rasul 3:1-10

1.      Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.

2.      Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.

3.      Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah.

4.      Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami."

5.      Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.

6.      Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"

7.      Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.

8.      Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.

9.      Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah,

10.  lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.

Tokoh dalam kisah ini adalah seorang lumpuh. Dia lumpuh sejak lahirnya. Pergerakan tubuhnya selalu harus dalam bantuan orang lain. Dia harus diusung, diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah setiap hari. Pekerjaannya adalah meminta sedekah kepada orang yang masuk ke Bait Allah. Di sini kita melihat betapa lemahnya orang ini. Kalau kita mencoba membayangkan masa depannya, kira-kira masa depan seperti apa yang bisa dimiliki oleh orang ini?

Orang ini setiap hari ada di Bait Allah, di suatu gerbang bernama Gerbang Indah. Ini adalah suatu hal yang bertolak belakang. Gerbang Indah, namun orang yang ada di dalamnya sungguh tidak indah sama sekali. Bahkan sebagai Bait Allah, saya juga tidak yakin apakah orang lumpuh dan pengemis ini pernah didoakan atau tidak.

Keadaan ini sangatlah memprihatinkan, sehingga ketika Petrus dan Yohanes dimintakan sedekah oleh orang ini, mereka memerintahkan orang itu untuk melihat kepada mereka. Ini adalah permintaan yang luar biasa. Entah sudah berapa lama orang tidak mau melihat dia. Namun Petrus dan Yohanes mau bertatapan mata dengan dia. Ini suatu bentuk penghargaan kepadanya, untuk memberitahukan betapa berharganya dia. Dia bukanlah orang buangan yang biasa dianggap tidak ada.

Namun orang lumpuh ini belum memahami hal ini. Dia masih berpikir, mungkin akan dapat sedekah yang besar dari mereka.

Memang, Petrus memberi sedekah yang jauh lebih besar dari yang dia minta. Petrus memberikan yang paling berharga dari yang dia miliki yaitu Tuhan Yesus dan kuasa penyembuhanNya.

Bisakah kita bayangkan apabila Petrus dan Yohanes juga hanya memberikan sedekah kepada pengemis ini? Ya, maka apabila hal itu dilakukan, pengemis ini hanyalah akan tetap menjadi pengemis sampai akhir hidupnya.

Setelah didoakan, orang lumpuh ini dibantu untuk bisa bangun, dan disembuhkan. Apa arti perubahan ini? Dia tidak perlu bergantung kepada orang lain lagi, dia tidak perlu mengemis, dan dia bisa memuji Allah. Dulu tempatnya hanyalah di luar Bait Allah, sekarang dia bisa masuk sendiri. Seluruh kemuliaannya sebagai seorang manusia dipulihkan.

Hasilnya adalah semua orang memuji Allah atas kuasaNya.

 

Apa yang bisa dipelajari dari cerita ini?

1.      Cara melihat seseorang. Seseorang itu adalah ciptaan Allah. Dia diciptakan sangat baik keadaannya, namun dosa di dunia telah membuat manusia itu tidak bisa berfungsi dengan baik. Injil adalah memulihkan kemuliaan manusia sesuai dengan kehendak PenciptaNya.

2.      Sikap Petrus dan Yohanes. Mereka tidak jijik atau merendahkan pengemis ini. Mereka mau melihat dan menyentuh serta membantunya untuk sembuh.

3.      Petrus mau memberikan yang terbaik kepada orang ini. Emas dan perak tidak ada padaku. Banyak anak Tuhan terlalu banyak emas dan perak, sehingga Tuhan Yesus terkubur dalam semua yang dimilikinya, akibatnya, banyak emas dan perak yang dikeluarkan, kecuali Yesus. Akhirnya, bantuan ini hanyalah menyelesaikan masalah fisik, tapi tidak pernah menyelesaikan masalah yang paling dasar yaitu dignity, identitas sesungguhnya sebagai manusia. Dan tidak mampu membawa kepada pujian kepada Allah.


No comments: