Friday, May 1, 2026

SEMBAH ALLAH YANG BENAR

Google mencatat ada 4300 agama di dalam dunia ini. Ada agama yang besar pemeluknya, ada yang kecil. Ada yang mencakup seluruh dunia, ada yang bersifat lokal dalam bentuk kepercayaan adat. Ini berarti bahwa, manusia, baik dia di kota besar mau pun di daerah terpencil perlu agama, atau perlu sesuatu untuk disembah. Ini agak mengherankan mengingat perkembangan dunia yang begitu pesat di mana seolah-olah manusia bisa melakukan apa saja. Mengapa manusia masih perlu menyembah sesuatu?


“Manusia menyembah sesuatu karena dorongan internal untuk menemukan makna hidup, kedamaian batin, dan panduan moral di tengah ketidakpastian dunia. Secara psikologis dan spiritual, penyembahan sering kali menjadi cara manusia untuk terhubung dengan kekuatan yang lebih besar dari diri mereka sendiri guna mengatasi keterbatasan personal” AI Google

Ini berarti bahwa teknologi dan perkembangan jaman tidak bisa memberikan makna hidup, kedamaian, kepastian dunia, sehingga manusia perlu mendapatkannya lewat keyakinan akan suatu kuasa yang lebih besar dari dirinya untuk mengatasi keterbatasan ini. Sesungguhnya selain keterbatasan di atas masih banyak keterbatasan lain, yaitu perkembangan jaman tidak bisa meniadakan rumah sakit, penjara dan kuburan.

Mari kita lihat bagian Firman Tuhan dalam Kisah Para Rasul 17.

16 Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat, bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala.

Mengapa Paulus sangat sedih? Paulus sangat sedih bukan karena telah terjadi suatu kejahatan atau kecelakaan besar. Paulus sedih karena kota itu penuh dengan patung-patung berhala. Orang-orang di Atena benar beragama, mereka memiliki sesembahannya, namun ini sangat menyedihkan karena mereka menyembah bukan kepada Allah yang sesungguhnya. Mereka menyembah kepada Allah yang tidak dikenal.

23 Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.

Jadi bukan yang penting ada agama, tetapi siapa yang disembah itu jauh lebih penting. Manusia di dalam keberdosaannya tidak akan mampu untuk mencari dan menemukan Allah, kecuali Allah sendiri yang menyatakan diri kepadanya. Siapakah Allah yang tidak dikenal yang harus disembah itu?

24 Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia,

25 dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.

26 Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka,

27 supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.

28 Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.

29 Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.

30 Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.

Pertobatan adalah jalan keluar yang Allah berikan sebagai bentuk kasihNya. Ini menjawab pertanyaan di atas, mengapa pada jaman yang sudah sangat maju, manusia masih perlu menyembah sesuatu yang lebih tinggi dari dirinya? Karena sudah diinstal pada waktu penciptaan. Allah telah menghembuskan hidupNya. Sehingga hubungan Allah dan manusia tidak bisa terpisahkan kecuali hari penghakiman nanti.

31 Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.”

Di hari penghakiman, di situlah akan ditetapkan suatu pendamaian kekal atau pemisahan kekal.

 

Maka dri sini kita melihat usaha Paulus untuk menjelaskan kepada orang-orang di Atena.

1.       Paulus menyadarkan akan kebesaran/keagungan Allah.

-          Allah adalah Pencipta langit dan bumi. Dia maha besar. Segala sesuatu milik Dia. Dialah Penguasanya. Dia yang mengatur.

-          Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.

-          Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka,

-          Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada

 

2.       Paulus meluruskan pikiran yang salah tentang Allah.

-          Allah yang maha besar tidak tinggal tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia. Allah yang maha besar tidak mungkin dibatasi oleh suatu bentuk tertentu.

-          dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa. Allah tidak kekurangan apa-apa

-          Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.

 

3.       Paulus menunjukkan Jalan keluar: bertobat

Allah telah menetapkan 2 hal, pertobatan sebagai jalan keluar. Allah hendak mengampuni orang-orang yang telah melakukan hal yang menyakiti hati Tuhan, Allah satu-satunya. Maka Allah membuka jalan pertobatan kepada mereka, yaitu DiriNya sendiri datang menjadi manusia, untuk membayar hutang dosa bagi mereka yang percaya kepadaNya. Sehingga setiap orang yang mengaku diri sebagai orang berdosa dan percaya kepada karya keselamatanNya di atas kayu Salib dan kebangkitanNya, maka mereka akan diselamatkan. Selanjutnya, akan ada hukuman/hari penghakiman. Barangsiapa percaya kepada karya Tuhan Yesus di kayu salib, akan diselamatkan dari hukuman. Barangsiapa tidak percaya akan mendapat hukuman kekal. Dan inilah penyembahan yang benar, yaitu melalui dan di dalam Tuhan Yesus Kristus.

 

Apa yang bisa kita pelajari dari bagian ini? Setiap kita perlu menyembah Allah yang benar.

1.       Allah yang benar adalah pencipta langit dan bumi, penguasa, pemilik nyawa manusia. Berarti, Dia bukan pesuruh kita, satpam kita, dokter kita dll. Sembah Dia bukan karena mau berkatNya, bukan karena mau kesembuhannya, tapi karena Dia adalah Allah, pemilik hidup kita.

2.       Allah yang benar tidak perlu tambahan apa-apa dari kita. Dia cukup dengan DiriNya sendiri. Jangan sombong dengan pelayanan, persembahan, kepintaran kita.

3.       Allah yang benar memberi jalan keluar yang benar. Dia sendiri datang cari manusia berdosa, mengorbankan Diri untuk menyelamatkan mereka, bukan sebaliknya meminta tumbal dan peraturan-peraturan yang memberatkan. Dia setia dan adil. Dia akan mengampuni dan menyucikan kita.

Hari ini, hari di mana kita memulai kembali ibadah Sabtu yang sempat berhenti karena covid, kiranya mezbah Allah yang kita dirikan bersama, seperti mezbah yang didirikan Abraham, ke mana pun dia pergi, tetap dn menetap untuk seterusnya, dan dengan hati seperti Paulus yang sangat sedih melihat begitu banyak orang yang menyembah begitu banyak ilah lain yang bukan Allah. Mari, Allah yang tidak mereka kenal itulah yang kita tinggikan, karena Dia yang layak ditinggikan, dan kita beritakan Dia yang layak untuk diberitakan.


No comments: