Google mencatat ada 4300 agama di dalam dunia ini. Ada agama yang besar pemeluknya, ada yang kecil. Ada yang mencakup seluruh dunia, ada yang bersifat lokal dalam bentuk kepercayaan adat. Ini berarti bahwa, manusia, baik dia di kota besar mau pun di daerah terpencil perlu agama, atau perlu sesuatu untuk disembah. Ini agak mengherankan mengingat perkembangan dunia yang begitu pesat di mana seolah-olah manusia bisa melakukan apa saja. Mengapa manusia masih perlu menyembah sesuatu?
“Manusia menyembah sesuatu karena dorongan internal untuk
menemukan makna hidup, kedamaian batin, dan panduan moral di tengah
ketidakpastian dunia. Secara psikologis dan spiritual, penyembahan sering kali
menjadi cara manusia untuk terhubung dengan kekuatan yang lebih besar dari diri
mereka sendiri guna mengatasi keterbatasan personal” AI Google
Ini
berarti bahwa teknologi dan perkembangan jaman tidak bisa memberikan makna hidup,
kedamaian, kepastian dunia, sehingga manusia perlu mendapatkannya lewat
keyakinan akan suatu kuasa yang lebih besar dari dirinya untuk mengatasi
keterbatasan ini. Sesungguhnya selain keterbatasan di atas masih banyak
keterbatasan lain, yaitu perkembangan jaman tidak bisa meniadakan rumah sakit, penjara
dan kuburan.
Mari
kita lihat bagian Firman Tuhan dalam Kisah Para Rasul 17.
16 Sementara
Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat, bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala.
Mengapa
Paulus sangat sedih? Paulus sangat sedih bukan karena telah terjadi suatu
kejahatan atau kecelakaan besar. Paulus sedih karena kota itu penuh dengan
patung-patung berhala. Orang-orang di Atena benar beragama, mereka memiliki
sesembahannya, namun ini sangat menyedihkan karena mereka menyembah bukan kepada
Allah yang sesungguhnya. Mereka menyembah kepada Allah yang tidak dikenal.
23
Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang
pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang
tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang
kuberitakan kepada kamu.
Jadi
bukan yang penting ada agama, tetapi siapa yang disembah itu jauh lebih
penting. Manusia di dalam keberdosaannya tidak akan mampu untuk mencari dan
menemukan Allah, kecuali Allah sendiri yang menyatakan diri kepadanya. Siapakah
Allah yang tidak dikenal yang harus disembah itu?
24 Allah yang telah menjadikan bumi
dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan
tangan manusia,
25 dan juga tidak dilayani oleh
tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan
nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.
26
Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk
mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan
batas-batas kediaman mereka,
27
supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia,
walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.
28 Sebab di dalam Dia kita
hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh
pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.
29
Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita
tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak
atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.
30
Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan
kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.
Pertobatan
adalah jalan keluar yang Allah berikan sebagai bentuk kasihNya. Ini menjawab
pertanyaan di atas, mengapa pada jaman yang sudah sangat maju, manusia masih
perlu menyembah sesuatu yang lebih tinggi dari dirinya? Karena sudah diinstal
pada waktu penciptaan. Allah telah menghembuskan hidupNya. Sehingga hubungan
Allah dan manusia tidak bisa terpisahkan kecuali hari penghakiman nanti.
31
Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan
menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan
kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari
antara orang mati.”
Di hari
penghakiman, di situlah akan ditetapkan suatu pendamaian kekal atau pemisahan
kekal.
Maka
dri sini kita melihat usaha Paulus untuk menjelaskan kepada orang-orang di
Atena.
1.
Paulus menyadarkan akan
kebesaran/keagungan Allah.
-
Allah adalah Pencipta
langit dan bumi. Dia maha besar. Segala sesuatu milik Dia. Dialah Penguasanya.
Dia yang mengatur.
-
Dialah yang memberikan
hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.
-
Dari satu orang saja Ia
telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi
dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman
mereka,
-
Sebab di dalam Dia kita
hidup, kita bergerak, kita ada
2.
Paulus meluruskan pikiran
yang salah tentang Allah.
-
Allah yang maha besar tidak
tinggal tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia. Allah yang maha besar
tidak mungkin dibatasi oleh suatu bentuk tertentu.
-
dan juga tidak dilayani
oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa. Allah tidak kekurangan
apa-apa
-
Karena kita berasal dari
keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti
emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.
3.
Paulus menunjukkan Jalan
keluar: bertobat
Allah telah menetapkan 2 hal, pertobatan sebagai jalan keluar.
Allah hendak mengampuni orang-orang yang telah melakukan hal yang menyakiti
hati Tuhan, Allah satu-satunya. Maka Allah membuka jalan pertobatan kepada
mereka, yaitu DiriNya sendiri datang menjadi manusia, untuk membayar hutang
dosa bagi mereka yang percaya kepadaNya. Sehingga setiap orang yang mengaku
diri sebagai orang berdosa dan percaya kepada karya keselamatanNya di atas kayu
Salib dan kebangkitanNya, maka mereka akan diselamatkan. Selanjutnya, akan ada
hukuman/hari penghakiman. Barangsiapa percaya kepada karya Tuhan Yesus di kayu
salib, akan diselamatkan dari hukuman. Barangsiapa tidak percaya akan mendapat
hukuman kekal. Dan inilah penyembahan yang benar, yaitu melalui dan di dalam
Tuhan Yesus Kristus.
Apa yang bisa kita pelajari
dari bagian ini? Setiap kita perlu menyembah Allah yang benar.
1.
Allah yang benar adalah
pencipta langit dan bumi, penguasa, pemilik nyawa manusia. Berarti, Dia bukan
pesuruh kita, satpam kita, dokter kita dll. Sembah Dia bukan karena mau
berkatNya, bukan karena mau kesembuhannya, tapi karena Dia adalah Allah,
pemilik hidup kita.
2.
Allah yang benar tidak
perlu tambahan apa-apa dari kita. Dia cukup dengan DiriNya sendiri. Jangan
sombong dengan pelayanan, persembahan, kepintaran kita.
3.
Allah yang benar memberi
jalan keluar yang benar. Dia sendiri datang cari manusia berdosa, mengorbankan
Diri untuk menyelamatkan mereka, bukan sebaliknya meminta tumbal dan
peraturan-peraturan yang memberatkan. Dia setia dan adil. Dia akan mengampuni
dan menyucikan kita.
Hari
ini, hari di mana kita memulai kembali ibadah Sabtu yang sempat berhenti karena
covid, kiranya mezbah Allah yang kita dirikan bersama, seperti mezbah yang
didirikan Abraham, ke mana pun dia pergi, tetap dn menetap untuk seterusnya,
dan dengan hati seperti Paulus yang sangat sedih melihat begitu banyak orang
yang menyembah begitu banyak ilah lain yang bukan Allah. Mari, Allah yang tidak
mereka kenal itulah yang kita tinggikan, karena Dia yang layak ditinggikan, dan
kita beritakan Dia yang layak untuk diberitakan.
No comments:
Post a Comment