Thursday, January 1, 2026

Memasukki Tahun 2026

Memasukki tahun 2026, bagaimana perasaan kita? Melihat kondisi dunia saat ini, paling tidak ada bencana Sumatera dan bencana di Hong Kong yang mempengaruhi suasana hati kita dalam memasukkinya.

Yeremia 29:1

1 Beginilah bunyi surat yang dikirim oleh nabi Yeremia dari Yerusalem kepada tua-tua di antara orang buangan, kepada imam-imam, kepada nabi-nabi dan kepada seluruh rakyat yang telah diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebukadnezar dari Yerusalem ke Babel.

10 Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.

11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

 

Bagian ini ditulis oleh Yeremia kepada tua-tua di antara orang buangan, kepada imam-imam, nabi-nabi dan kepada seluruh rakyat yang telah diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebukadnezar dari Yerusalem ke Babel. Ayat 1 ini mendaftarkan siapa-siapa saja yang menerima surat ini, lokasi dan keadaan mereka.

Penerima surat ini adalah para pemimpin Israel. Para pemimpin ini sedang di dalam pembuangan, di negeri penjajah. Status mereka turun dari orang bebas menjadi orang buangan. Dari Yerusalem, kota rohani mereka ke Babel, kota orang kafir. Demikian juga keadaan seluruh rakyat yang juga menerima surat ini. Kondisi mereka dalam keadaan malu, sulit untuk menerima kenyataan, dan mereka harus mengalami masa yang tidak pasti, hidup mereka bergantung pada kemurahan hati dari penjajah mereka. Sampai kapan dan bagaimana mereka harus hidup, sangatlah membingungkan. Itu sebabnya, Yeremia dalam ayat 5-6 Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya;

6 ambillah isteri untuk memperanakkan anak laki-laki dan perempuan; ambilkanlah isteri bagi anakmu laki-laki dan carikanlah suami bagi anakmu perempuan, supaya mereka melahirkan anak laki-laki dan perempuan, agar di sana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang!

Yeremia meminta mereka untuk membangun hidup mereka seperti biasa di tanah buangan. Karena masih 70 tahun lagi Allah baru akan perhatikan mereka. Mengapa harus begitu lama?

11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Sekali pun dalam pandangan orang Israel, 70 tahun waktu yang sangat lama. Mengapa kalau Allah mengasihi umat Israel, Allah tidak langsung saja bebaskan bangsa Israel?

1.      Allah mengatakan bahwa Dia tahu, Dia faham, Dia yang menguasai masa dan waktu, dan Dia punya rancangan untuk bangsa Israel. Jadi, waktu pembuangan 70 tahun bukanlah waktu yang akan berlalu dengan sia-sia. 70 tahun di pembuangan ada dalam perhitungan Allah. Allah telah memperhitungkan dan memutuskan dalam kemahatahuanNya bahwa 70 tahun itu perlu ada dalam sejarah bangsa Israel.

Jadi, di sini kita lihat bahwa umat Israel ada dalam pikiranNya, ada dalam rencanaNya. Allah memperhatikan bangsa ini bukan secara umum sebagai satu bangsa. Allah memperhatikan mereka bahkan secara pribadi. “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” Yesaya 46:4

2.      Rancangan damai sejahtera bukan rancangan kecelakaan. Ini merupakan jaminan. Jaminan bahwa rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera. Rancangan Shalom. Allah tidak pernah merencanakan kecelakaan bagi umatNya. Tetapi shalom dari Allah berbeda dengan shalom dari dunia, atau dari nabi-nabi palsu pada masa itu. Pada masa itu, nabi-nabi palsu juga memberitakan keadaan yang damai.

 

“Pertama, nabi Hananya (Yer. 28). Nabi Hananya bernubuat bahwa dalam waktu dua tahun, Yahweh akan mengembalikan perkakas Bait Suci, juga raja Yekhonya serta orang2 buangan lainnya, karena Yahweh akan mematahkan kuk raja Babilon, demikian nubuat palsu ini. Sementara itu, Yeremia bernubuat bahwa Yahweh telah menetapkan 70 tahun bagi Babel, dan karenanya ia mengirim surat kepada orang buangan itu agar mereka mengusahakan kesejahteraan kota kemana mereka dibuang. Nabi Hananya telah membuat penduduk Yerusalem percaya kepada dusta bahwa Yahweh tidak akan mendatangkan pedang, kelaparan dan wabah penyakit. Namun, seperti kita baca pada pasal ini, ternyata nabi Hananya bernubuat palsu, dan sebagai hukuman Tuhan atasnya, ia mati pada tahun itu juga.
Kedua, nabi Ahab anak Kolaya dan nabi Zedekia anak Maaseya, yang bernubuat palsu (Yer. 29:21). Memang nubuat kedua nabi ini tidak dituliskan, namun kita dapat mengetahui bahwa mereka bernubuat tentang damai sejahtera dalam arti tidak ada pedang, malapetaka dan wabah penyakit, seperti Yeremia 14 yang telah kita kutip diatas. Sebagai hukuman Tuhan bagi kedua nabi ini, mereka diserahkan kedalam tangan raja Nebukadnesar.
Ketiga, nabi Semaya (Yer. 29:24-32). Nabi Semaya ini telah berada di Babel, dan ia menulis surat2 atas namanya sendiri, dan mengatakan kepada Imam Zefanya serta imam2 lainnya di Yerusalem, bahwa Yahweh telah mengangkat mereka ini menggantikan imam Yoyada serta menganjurkan agar menangkap nabi Yeremia. Alasan nabi Semaya ini karena Yeremia menubuatkan penawanan yang lama di Babel (70 tahun).
Keempat, nabi Pashur (Yer. 20-1-6). Nabi Pashur ini memukul dan memasung nabi Yeremia, karena nabi Yeremia menubuatkan pembuangan kerajaan Yehuda ke Babel. Tuhan menghukum nabi Pashur ini dengan membuangnya ke Babel (ayat 6).
Masih banyak lagi nabi2 palsu yang tidak disebut namanya didalam kitab Yeremia ini. Namun, nabi2 palsu ini memiliki kesamaan dalam hal nubuat mereka, yaitu mereka bernubuat bahwa kerajaan Yehuda tidak akan mengalami pedang, malapetaka, dan wabah penyakit, walaupun kita ketahui bahwa Yehuda telah melakukan banyak penyembahan berhala dan dosa2 lainnya.

Sementara itu, nabi Yeremia bernubuat bahwa kerajaan Yehuda akan dibuang ke Babel sejangka waktu lamanya (70 tahun) sebagai disiplin Tuhan karena dosa2nya. Nabi Yeremia juga menubuatkan rancangan damai sejahtera kepada orang2 buangan, tetapi suatu damai sejahtera setelah mengalami disiplin Tuhan.”

Di dalam situasi yang sangat kacau tersebut, banyak nubuat yang disampaikan. Persis seperti masa kini. Orang berlomba-lomba meramalkan setiap situasi. Apa pun keadaannya, setiap orang percaya harus percaya bahwa rancangan Allah adalah rancangan damai sejahtera. Masuk dalam damai sejahtera Allah tidak berarti bahwa semua akan baik-baik saja. Allah tidak pernah memanjakan anak-anakNya. Yang Allah pedulikan bukan saja kesejahteraan fisik, tetapi kesejahteraan umat Tuhan secara keseluruhan, baik fisik, karakter, mental dll. Itu sebabnya shalom harus diberikan dalam kerangka ini. Itu sebabnya perlu 70 tahun pendisiplinan sebelum tiba waktunya umat Allah siap menerima berkat dari Dia. Semakin bandel, semakin perlu disiplin, semakin lama untuk mengalami kelonggaran dari pendisiplinan itu.

Inilah damai sejahtera yang sesungguhnya. Sekali pun dalam masa disiplin, Allah tidak pernah tinggalkan mereka. Inilah damai sejahtera yang sesungguhnya.

3.      Allah mau memberikan hari depan yang penuh harapan.

Allah memegang masa depan. Sekali pun, saat ini bangsa Israel dalam pembuangan, dalam Allah ada harapan. Karena, Allah ada di mana-mana. Allah ada di Yerusalem, Allah ada di Babel. Allah ada di masa kegemilangan orang Israel, Allah juga ada di masa kekelaman orang Israel. Jadi, sepanjang ada Allah, ada harapan.

Oleh sebab itu, dalam bagian selanjutnya Allah mengatakan bahwa Dia akan mendengarkan doa umatNya, Dia bersedia ditemui oleh umatNya dan Dia akan memulihkan keadaan mereka (12-14). Namun, untuk orang-orang yang melawanNya, Allah akan mengirim kecelakaan kepada mereka. (17)

Jadi, di dalam Tuhan ada hari depan yang penuh harapan, karena di dalam Tuhan ada penyertaanNya.

 

Jadi, apa yang bisa kita pelajari dari bagian ini untuk menuntun kita masuk ke dalam tahun 2026? Seperti apa yang dialami oleh orang Israel, kita juga tidak tahu bagaimana tahun 2026 yang akan kita masukki. Oleh sebab itu, berdasarkan Firman Tuhan ini kita harus:

1.      Percaya bahwa hidup kita ada dalam rancanganNya. Kita ada dalam pikiranNya. Dan, Dia berkuasa menjadikan segala sesuatu terjadi sesuai kehendakNya.

2.      Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera untuk kita, bukan rancangan kecelakaan. Walau pun mungkin kita merasa lama sekali, berat sekali, malu sekali dll. Mungkin ada disiplin yang sedang Allah kerjakan di dalam hidup kita. Disiplin itu bisa merupakan latihan ketaatan untuk kita, kesempatan untuk bertumbuh bagi kita, namun disiplin itu juga bisa merupakan masa pengujian untuk kita. Siapa kita, apakah kita sungguh-sungguh ikut Dia atau tidak, itu semua terlihat di masa disiplin ini. Makin bandel kita, makin lama masa disiplin kita. Karena, Allah mau damai sejahtera terjadi di seluruh aspek kehidupan kita. Itulah kasih Allah.

3.      Bersama Allah hari depan kita penuh harapan.

Ini adalah janji Allah yang bisa kita pegang memasukki tahun 2026. Selama masa penantian Dia akan mendengarkan kita dan Dia bersedia ditemui oleh kita. Dia menemani kita selalu, baik ketika kita mengalami masalah atau pun ketika kita dalam sukacita. “….supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." Yohanes 14:3-4

Karena itu, kita tetap hidup sesuai dengan himbauan dari nabi Yeremia dalam ayat 5-7.

Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya;

ambillah isteri untuk memperanakkan anak laki-laki dan perempuan; ambilkanlah isteri bagi anakmu laki-laki dan carikanlah suami bagi anakmu perempuan, supaya mereka melahirkan anak laki-laki dan perempuan, agar di sana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang! Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”

 

 

Kiranya Firman Tuhan ini menguatkan kita masuk ke dalam tahun 2026